Membuas

Aku hari ini lebih butuh banyak referensi
Untuk secuil wacana yang terbentang meski basi
Tanpa peduli,  rekayasa manipulasi imajinasi
Yang menjunjung tinggi, syairku dalam berekspresi.
Tapi, untuk mereka yang meraih kesuksesan
Yang lebih dulu ada bertarung dalam tekanan
Yang mengubah paradigma pujianmu yang menempel sebatas kerongkongan
Yang merupakan pembelaan pada mereka yang tak mampu untuk melawan….

Kumulai kalam ini dengan penuh semangat
Gemuruh air mendidih hingga tinggal tersisa air yang hangat
Menuju batas stagnasi ketika kepalaku terpahat
Pada ketinggalan zaman yang membuat otakku sedikit terlambat
Serupa kebijakan pemerintah membidani koruptif
Mengadvokasi aliran darah para feodal yang tak mau bersifat sportif
Mencandu di dalam kecanduan stimulatif gaya bebas
Maka syair ini akan terlepas dari garis demarkasi dan membuas
Kau akan kulumasi dengan pelumasan mesin pencari kesalahan
Sedikit kerasan yang penting tulisan ini tetap terus bertahan, kan!
Dibalik semua itu dan kini tidaklah mudah tuk dikembangkan
Atau hanya tinggal menunggu waktu
Yanflow berjalan bagai detik jam tanpa berkelit dari malu, parasit terbaik dalam merenggangkan isi saku
Yang membuat kreativitas ku tetap bertahan disitu….

Yeah ini hanya terpaksa, sekadar menyintas kualitas tuk menulis lebih ganas
Serupa lelehan keringat pada kondisi yang panas
Mengasah rima dan kisah yang tercantum
Merangkum gagasan, membuka prolog dengan Assalamualaikum,
Karna aku pikir-pikir harga diriku masih lebih baik dari pada selangkangan dajjal dan mulut mengulum…
Bbuahhh

2 thoughts on “Membuas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.