Obrolan di Senja Hari

Seperti ada yang menyelimuti pikiranku, entah berapa lama hal ini telah berlalu, mungkin seminggu atau bahkan lebih lama. Aku duduk di lantai, tangan kiriku memeluk lutut, dan yang kanan menggengam smartphone.

“Apa yang ingin kau tulis?” Tanyanya.

“Entahlah, aku stagnan.” […]

TIKUS

Dia merambat di atap rumah. Menyusuri setiap jengkal asbes yang bergelombang. Dilihatnya ada ceruk yang terapit sebatang bambu dan dinding, sebelum ia tertarik dan menuju lebih dekat ke ceruk itu, Ia tersentak dan jatuh kebawah. Didapatinya beberapa kepala yang terbenam di  bantal. Badan-badan yang terlentang, dan sesekali mendengkur dari kepala yang ditumbuhi rambut, “Bentuknya berbeda, tidak sama dengan bangsaku,” cetusnya. […]