Sebuah media yang bernama mucikari

Aku terjebak pada suasana
Tentang mereka yang terjatuh di lubang yang sama
Tentang bagaimana menerima uang ketika sudah lelah dikasur bercinta

Ini bukan siasat tuk menjatuhkan seorang atau kelompok
Bukan keadaan ketika dipenuhi mental writers block
Dasar goblok kuhanya bicara fakta
Dan media jujur dalam cerita

Seperti kau bekerja di perbankan
Tak peduli uang yang kau terima itu hasil dari sulapan
Intinya tentang bagaimana wanita ini terus menerus masuk di laman berita
Dasar gila
Meski hanya judul tapi sudah bisa bikin horni
Diumbar umbar layaknya itu sebuah mobil Ferrari

Foto HOTnya tercantum di UC dan Opera mini
Apalagi dia juga sering main di FTV
Ini kenapa sudah terkenal malah jadi hedonis tai?
Parah juga terlebih diternak, babi!

Ini babi jelas babi yang nyata
Yang mana babi yang mana memelihara tak jelas siapa

Dan 80juta itu bukan angka yang kecil
Seandainya menjual kulit di pasar gelap tentu tak membuahkan hasil
Di kamar hotel itu silih berganti bermacam orang berdasi
Namun jembut dan memeknya mungkin sudah bau terasi

Apa kabar Vanessa?
Ciee populer sesaat ni ya?
Kau tahu Vanessa waktu aku sedang internetan.
Lagi lagi aku membaca berita tentangmu.
Sebenarnya malas memang, hanya judul saja yg kulihat. Dan sialnya banyak juga ya foto hot lama mu yang beredar.

Antara sial atau senang.
Ya siapa pun pasti tak nyaman kan keburukan tentang dirinya diumbar.
Karna itu aib bagimu. Ya aku jelas tahu tentang itu Vanessa.
Dan senangnya 80 juta itu akan kamu apakan?
Vermak memek?

Apakah Beat Bar Time Signature dan Tempo dalam Lagu

Ketika saya sedang mencari inspirasi untuk menulis artikel pekan ini, seorang pembaca blog Tulis Lagu bertanya “Apa bar dalam lagu?”.

Pertanyaan tersebut bagus, karena penting bagi seorang penulis lagu memahami struktur lagu sama seperti seorang penulis memahami struktur bahasa.
Struktur sebuah lagu terdiri dari 3 unsur utama: melodi, harmoni, dan ritme.

Artikel pekan ini akan membahas tentang struktur ritme sebuah lagu.
Ritme dalam musik sama seperti pemenggalan kata dalam bahasa kita sehari-hari.
Dalam bahasa, kita menggunakan koma, titik, kalimat, dan paragraf untuk menyampaikan ide, dan penggunaan unsur-unsur ini yang semakin efektif semakin membuat ide tersebut mudah diterima.

Dengan analogi yang sama, sebuah lagu menggunakan frase dan bait untuk memenggal lirik, dan menggunakan struktur ritme untuk memenggal musik. Struktur ritme terdiri dari empat elemen sebagai berikut (beserta penjelasannya):

1. Beat.
Beat atau Irama adalah ketukan, seperti 1-2-3-4, yang biasa kita hitung ketika memainkan atau mendengar sebuah lagu. Beat membagi sebuah frasa menjadi bagian-bagian yang seragam, dimana satu beat nantinya bisa dibagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil bila dibutuhkan.
Contoh: dalam birama 4/4, satu beat sama dengan satu ketukan, sehingga satu bar birama berisi 4 beat.

2. Bar.
Bar adalah frase musik dalam lagu, yang terdiri dari beberapa beat. Satu bar pada lagu komersial umumnya memiliki 4 beat, sehingga terdiri dari 4 ketukan. Bagian-bagian lagu seperti Verse dan Chorus, biasanya diukur menggunakan bar: Verse umumnya selama 8 hingga 16 bar, dan begitu juga dengan Chorus.
Contoh: dalam birama 4/4, satu bar sama dengan 4 beat atau ketukan. Frase 16 bar berarti memiliki 64 beat.

3. Time Signature.
Time signature atau tanda waktu menandakan berapa banyak beat dan selama apa beat tersebut dalam satu bar.
Contoh: Time signature lagu komersial umumnya 4/4, yang berarti ada 4 beat dalam satu bar, masing-masing selama satu kali not 1/4.
Time signature lain yang umum digunakan (terutama untuk lagu rock) adalah 6/8, yang berarti ada 6 beat dalam satu bar, masing-masing selama satu not 1/8. Time signature lain, meski tidak dipakai sesering kedua sebelumnya, digunakan untuk jazz swing, yaitu 3/4.

4. Tempo.
Tempo menandakan seberapa cepatlagu dimainkan. Istilah modern untuk tempo adalah BPM atau Beats per Minute, yaitu berapa banyak ketukan yang terjadi dalam waktu 60 detik.
Dalam pengetahuan musik klasik, tempo ditandai dengan istilah-istilah bahasa Italia seperti Adagio, Allegretto, dan Presto, yang masing-masing memiliki kecepatan tertentu.
Namun, untuk produksi musik modern menggunakan piranti lunak, lebih mudah menentukan kecepatan lagu menggunakan BPM.

Contoh: Lagu bertempo Allegretto sama dengan 100 BPM. Artinya, dalam 60 detik, terjadi not 1/4 sebanyak 100 kali, untuk birama 4/4.

Struktur ritme sama pentingnya untuk menentukan suasana dan mood dari lagu seperti melodi dan harmoni. Gabungan melodi harmoni yang minor, dengan ritme yang lambat,memberikan kesan sedih dan kontemplatif, sedangkan dengan ritme yang cepat, memberikan kesan gelap dan berbahaya (seperti dalam musik heavy metal).

Sudahkah kamu memanfaatkan kontribusi ritme yang tepat untuk lagu-lagu kamu?
Coba mainkan lagu ciptaan kamu menggunakan tempo yang berbeda, atau time signature yang berbeda, dan rasakan perbedaannya? Apakah lebih tepat, atau lebih tidak tepat?

Sumber artikel: KLIK DI SINI